7 Tips Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

1. Beritahukan kondisi anak kita pada lingkungan

Sifat anak yang hiperaktif seringkali cukup mengganggu jika berada di tempat umum. Beritahukan pada lingkungan tentang kondisi anak, sehingga lingkungan bisa memahami dan membantu memperlakuannya dengan baik.
2. Berikan perhatian dan kasih sayang yang lebih
Kasih sayang dari orang tua sangatlah penting. Anak hiperaktif perlu diberikan kasih sayang yang lebih agar dia lebih percaya, merasa aman dan nyaman bersama orang tuanya dan mau mendengarkan kata-kata orang tuanya.
3. Berikan jadwal yang tepat
Beritahukan jadwal harian anak anda dan latih dia untuk melaksanakannya dengan rutin. Jangan lakukan perubahan jadwal kegiatan terlalu sering. Modifikasi pada jadwal harian bisa dilakukan jika dibutuhkan. Dengan pemberian jadwal harian ini anak menjadi lebih teratur untuk menggunakan tenaganya. Rutinitas pada jadwal yang ada juga membatasi anak untuk melakukan hal lain yang mungkin tidak perlu dilakukan.
4. Pilih gaya cara belajar yang tepat
Pahami kemampuan anak dalam menerima informasi. Apakah lebih cepat dengan mendengar, membaca, menggambar atau bermain yang sifatnya motorik. JIka sudah mengetahui cara yang mananya, perkuatlah hal tersebut sebagai cara belajar yang efektif. Misalnya jika anak lebih tertarik dengan coretan atau warna, maka gunakan teknik pembelajaran dengan cara menggambar.
5. Menggunakan bahasa sederhana
Gunakan kata- kata yang sederhana, singkat dan perlahan agar mudah dipahami oleh anak. Anak hiperaktif pada autisme, cenderung sulit menerima informasi melalui bentuk kalimat yang panjang. Anak akan bingung serta frustasi dan justru malah membahayakkan kondisi anak.
6. Latih anak bersosialisasi
Bawa anak ke dalam lingkungan sosial yang mampu menerimanya. Ajarkan anak untuk berinteraksi dan memperhatikan orang lain, ajarkan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain. Libatkan anak dalam kelompok bermain untuk menumbuhkan kesadarannya akan orang lain. Salah satu tempat bersosialisasi yang menerima kondisi anak hiperaktif bisa coba hubungi SanggarAnanda.
7. Mengenali bakat anak
Anak dengan hiperaktif atau autisme memiliki kecenderungan pertumbuhan kognitif yang lebih lambat dari pada anak normal. Kemampuan berkomunikasi dan proses menerima informasi juga lambat. Namun bukan berarti anaknya bodoh dan tidak mampu melakukan apapun. Anak autis juga memiliki kelebihan tertentu yang jika dikembangkan akan menjadi kemampuan yang luar biasa, bahkan melebihi orang normal.

Penting bagi orang tua untuk mencari tahu bakat dan kemampuan anak, misalnya dalam bidang musik, teknologi, seni atau lainnya. Untuk belajar tentang seni bisa coba hubungi SanggarAnanda.

Pikiran anak autis sangat kreatif dan energi mereka terus mengalir tanpa lelah. Apabila bakat anak sudah ditemukan, pastikan anak menekuninya sehingga bakatnya akan menjadi luar biasa. Banyak orang-orang hebat yang juga ternyata seorang autis, mereka bisa menjadi pelukis ternama, pianis terkenal dan lain sebagainya.
dibuat denganberdu